Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Untukmu Kakek..


Telah berpulang ke Rahmatullah "Tumenggung Abdul Aziz Zakaria bin Muhsin Zakaria Prabu Dikara". Tetek (kakek.manado.red) hanya seuntai surat yassin dan tahlil serta rangkaian kata ini yang dapat kuhadiahkan padamu atas tulus cintamu pada anak cucumu. :)


Senyum indah di pertengahan menjelang senja
menghiasi lekuk bibirmu
kau tutup mata kala indahnya sore ramadhan
tutur halusmu ada dalam benak anak cucumu
yang akan selalu jadi cermin dalam hati
yang kan selalu tersimpan dalam memori
saat ALLAHU AKBAR kau lantangkan
sedang aku mengikuti sujudmu
Tetek... semoga kau tenang dalam tidur panjangmu, aku cucumu kan selalu mendoakanmu agar kau jadi pelita di sisiNYA. tunggu kami di syurga...
(13 agustus 2011)



Ratusan pasang mata merintih
ribuan butir air cinta membasahi bumi
nyiur pun menunduk sedih
ribuan jejak langkah mengekor di belakang
mengantar jasad sang mulia menuju pintunya menuju tuhan
jasadmu diperebutkan dunia
dua masjid berebut menyolatkanmu
wahai lelaki yang berbaju putih suci
yang berakhlaq sehalus sutra
dan bertutur selembut embun subuh
lalu bagaimana roh mu dihadapan tuhanmu dan para malaikat di arsyil 'adhim??
wallahu 'alam bis shawab
(14 Agustus 2011)

Bila waktu telah memanggil
teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
teman sejati tinggallah sepi
Dunia dipenuhi dengan hiasan
dan segala yang ada akan kembali padaNya
(Opick - Bila Waktu T'lah Berakhir)

Selamat jalan tetekku sayang.
semoga engkau tenang bertemu dengan Allah dan menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir nanti
Amin Ya Robbal Alamin

Read More....
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

wisata religi manado, Sulawesi Utara



Kesempatan pulang kampung ke Manado bulan lalu juga tak fyrdha sia-siakan. Berhubung fyrdha sekeluarga suka dengan wisata religi atau berziarah ke makam-makam wali serta pahlawan, kesempatan di manado kemarin juga dimanfaatkan.



Di manado terdapat sebuah makam pahlawan yang mungkin sering didengar namun sudah mulai dilupakan yaitu Tuanku Imam Bonjol,
dengan nama asli Peto Syarif Ibnu Pandito Bayannudin, beliau lahir tahun 1774 di Tanjung Bungo / Bonjol Sumatera Barat, seperti yang kita tahu bahwa beliau digelari pahlawan Nasional karena ikut berperan melawan penjajahan belanda, bahkan beliau meninggal pun saat beliau dalam pengasingan belanda tepatnya di daerah Lota, Minahasa ini.


Saat memasuki gerbang masuk anda akan disuguhi oleh pemandangan gedung area makam dengan arsitektur adat khas sumatera barat itu, dan harus menaiki beberapa anak tangga untuk sampai diatas.



Sampai disana saat anda masuk ke gedung utama terdapat 7 buah pintu, 3 pintu bagian depan, 2 pintu disamping kiri kanan, dan 2 pintu di belakang kiri kanan
Makam yang begitu sederhana, dengan profil hidupnya yang tertulis rapi di batu nisan nya.

Di bagian belakang pintu utama, ada tertulis papan yang bertuliskan tempat shalat Tuanku Imam Bonjol

Aku penasaran dan langsung menuju arah yang dituju papan, itu bergerak ke sebuah anak tangga yang jumlahnya lumayan banyak dan menurun.


Tangga itu menuju ke sebuah aliran sungai yang lumayan deras.



dan keren banget lho... tempat shalatnya berupa sebuah batu persegi yang dulunya ada di tengah sungai, namun pada awal 2004 masyarakat Lota', Minahasa saling berkoordinasi untuk memindah batu itu ke pinggiran sungai, dan membuatkan bangunan yang layak agar bisa dinikmati dan dipelajari nilai sejarahnya hingga sekarang.


menurutku ini merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan juga loh... betul gak?

Read More....
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

GUS DUR sang PAHLAWAN BANGSA





GUS DUR SANG PAHLAWAN BANGSA


Dengan nama lengkap KH. Abdurrachman Wachid pahlawan bangsa, Presiden RI ke-4, meninggalkan dunia pada tanggal 30 desember 2009, Nama harumnya terdengar hingga seluruh pelosok dunia, semua orang mengenalnya sebagai seorang yang bersahaja sederhana dan "bapak pluralisme"

Kemarin,pada tanggal 13 februari 2010 pada hari sabtu, dengan izin ALLAH fyrdha dapat melihat langsung makam Guru Besar kita ini, pada saat menginjakkan kaki di bumi
Pondok Pesantren Tebu Ireng tanpa terasa sebuah titik air mata jatuh dari mataku, padahal aku sama sekali tak pernah melihatnya,mengenalnya bahkan menyapanya sebelumnya tapi saat aku disini entah mengapa aku jadi terharu.
Fyrdha, Adek, ma Ayah Mama, kami berempat berjalan selangkah demi selangkah menuju makam, kami lewat jalan belakang Pondok Tebu Ireng, Jombang, sekedar memberitahu, ayah adalah alumni PonPes Tebu Ireng ini jadi gak heran kalo kami tanpa kesasar langsung menemukan letak makamnya yang terletak di bagian belakang pondok.


Sampai disana, banyak sekali yang sedang ziarah, dari mulai para santri, rombongan dari berbagai kota, para Muslimat dan Fatayat NU, banyak sekali, bahkan dipinggir jalan tempat parkir para peziarah terdapat 18 bis besar yang ngangkut semua peziarah GUS DUR. Subhanallah, banyak yang bilang bahwa gus dur adalah Waliyullah zaman modern

Bahkan pada tanggal 7 februari, pada saat 40 harinya Gus Dur sebanyak 10.000 orang datang cuma cuma tanpa diundang hanya untuk mengikuti tahlilan bersama 40 harinya GUS DUR, tak hanya para muslim, bahkan umat kristiani, para budha, hindu, banyak yang datang entah saat pemakaman, 3 harinya, 7 harinya, dan 40 harinya selama itu pula makam tak pernah sepi dengan peziarah. Senang sekali fyrdha bisa berziarah langsung dan juga berhasil sedikit memotret makamnya,, semoga blognya jadi barokah,amin... hehe
Gus Dur itu cerdas. makanya saat lulus dari pesantren, beasiswa sudah menanti,kesempatan buat cari ilmu di luar negeri terbuka lebar, masih umur 25 tahun, gus dur mendapat beasiswa S1 di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, tapi dari Kairo, beliau out tanpa gelar, itu karena dia males-malesan, "yang saya pelajari disitu sudah pernah saya pelajari di kitab kuning waktu di pesantren kok, makanya saya males" (begitu ungkapnya yang fyrdha kutip dari sebuah majalah lokal)

Beruntungnya setelah out dari Al-azhar, beasiswa menanti dari Irak,tepatnya di Universitas Baghdad, disana Gus Dur baru sungguh-sungguh kuliah, disana ia tinggal bersama 19 WNI yang juga mahasiswa disana. asyik bukan??
Gak cuma di Kairo, dan Baghdad, Gus dur pun pernah sampai di Eropa, disana gus dur cuma tinggal selama 1 tahun, di 6 bulan,di Jerman 4 bulan, dan di Perancis 2 bulan, namun niatnya untuk melanjutkan S2 disana pun harus dipendam dalam-dalam karena semua ijazah S1 nya tidak diakui dan harus mengulang lagi, kecewa sih pasti, namun Gus Dur banyak belajar dari sana, bahasa, kepribadian, bahkan kebudayaan masyarakat yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya, makanya saat kembali ke Indonesia, pengalaman hidupnya sudah sangat mantap.
Berikut fyrdha kasi beberapa prestasi Gus Dur di Negeri sendiri :
1. Ketua Umum Nahdatul Ulama (1984-1999).
2. Ketua Forum Demokrasi (1990).
3. Ketua Konferensi Agama dan Perdamaian Sedunia (1994).
4. Anggota MPR (1999).
5. Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999-23 Juli 2001).
6. Ketua Dewan Syuro PKB
Daftar Penghargaan :

1. Penghargaan Dakwah Islam dari pemerintah Mesir Tahun 1991.
2. Gus Dur menerima Ramon Magsaysay Award, sebuah penghargaan yang cukup prestisius untuk kategori Community Leadership, Tahun 1993.
3. Gus Dur ditahbiskan sebagai Bapak Tionghoa oleh beberapa tokoh Tionghoa Semarang di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Tahun 2004.
4. Gus Dur mendapatkan Tasrif Award-AJI sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Tahun 2006.

Doktor Honoris Causa :

1. Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum dari Thammasat University, Bangkok, Thailand (Tahun 2000).
2. Doktor Kehormatan dari Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand (Tahun 2000).
3. Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, dan Ilmu Humaniora dari Pantheon Sorborne University, Paris, Perancis (Tahun 2000).
4. Doktor Kehormatan dari Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand (Tahun 2000).
5. Doktor Kehormatan dari Twente University, Belanda (Tahun 2000).
6. Doktor Kehormatan dari Jawaharlal Nehru University, India (Tahun 2000).
7. Doktor Kehormatan dari Soka Gakkai University, Tokyo, Jepang (Tahun 2002).
8. Doktor Kehormatan dari Sun Moon University, Seoul, Korea Selatan (Tahun 2003)
9. Doktor Kehormatan bidang Hukum dari Konkuk University, Seoul, Korea Selatan (Tahun 2003).
10. Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari Netanya University, Israel (Tahun 2003).

Sangat banyak prestasi yang bisa kita banggakan dari bapak dan guru bangsa ini, mari kita bersama meneruskan cita-citanya untuk memajukan bangsa dan semoga amal ibadahnya diterima, dan mendapat tempat terbaik di sisi ALLAH. amin.



Read More....
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS